Selasa, 13 Oktober 2009

Sejarah Nazi


Nazisme, , atau secara resmi Nasional Sosialisme merujuk pada sebuah ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman, Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei atau NSDAP) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler Kata ini juga merujuk pada kebijakan yang dianut oleh pemerintahan Jerman pada tahun 1933—1945, sebuah periode yang kemudian dikenal sebagai Jerman Nazi atau Reich Ketiga. Sampai hari ini orang-orang yang berhaluan ekstrim kanan dan rasisme sering disebut sebagai Neonazi (“baru” dalam bahasa Yunani).Partai yang semula bernama Partai Pekerja Jerman(DAP) ini didirikan pada tanggal 5 Januari 1919 oleh Anton Drexler Hitler kemudian bergabung dengan partai kecil ini pada bulan September 1919, dan menjadi pemimpin propaganda, mengubah nama partai itu (1 April 1920), dan menjadi pemimpin partai pada tanggal 29 Juli 1921Nazisme bukanlah..sebuah ideologi baru, melainkan sebuah kombinasi dari berbagai ideologi dan kelompok yang memiliki kesamaan pendapat tentang penentangan Perjanjian Versailes dan kebencian terhadap Yahudi dan Komunis yang dipercaya berada di balik perjanjian tersebut..kedigdayaan Nazi tak lepas dari pasukan paling elite yang di bentuk khusus,yaitu SS atau yang lebih lengkap disebut Waffen SS.dengan pistol dan tunik khusus sebagai ciri khas dari SS,mampu bertahan dalam kondisi perang apapun.mulai dari medan nan hijau di perancis,lapangan es membeku di Rusia sampai jalan-jalan yang berantakan di Berlin.Kebenciannya terhadap Yahudi di karenakan isi dari perjanjian Versailess seperti terlalu membebankan Jerman,,seperti harus di batasnya personil kemiliteran,membayar pajak yang amat besar,dll.pada saat yang bersamaan juga berlaku politik rasis yang meninggikan bangsa Arya dan merendahkan ras-ras lain.
terutama bangsa Yahudi didiskriminasi dan dikumpulkan untuk dibunuh di kamp konsentrasi.
selain orang Yahudi, kaum Nazi juga mendiskriminasi dan membantai bangsa Gipsi (Roma dan Sinti) serta bangsa Slavia.
Jerman Nazi berakhir ketika mereka kalah Perang Dunia II melawan Uni Soviet dan kekuatan sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat.
sebagai hasil dari kekalahan ini negara Jerman lantas dibagi menjadi Republik Federasi Jerman di barat dan Republik Demokratis Jerman di timur serta wilayahnya di timur sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia dan Uni Soviet.
Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar kata perang? Korban, kerugian materil yang luar biasa atau lainnya? Pastinya, kesan buruk itu pasti akan mengeruak.

Sepak terjang Nazi Jerman dengan Hitler sebagai tokoh sentralnya telah menyebabkan tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah dunia. Ditengarai tidak kurang dari enam juta rakyat Jerman, terutama kaum Yahudi, orang cacat, dan orang-orang yang tidak disukai, tewas dibantai oleh Nazi secara brutal. Selain itu, diperkirakan 35 – 60 juta tewas akibat Perang Dunia II yang telah dikorbankannya

Ada tujuh tokoh kunci di balik “kesuksesan” dan kekejaman Nazi Jerman, yakni
1. Adolf Hitler, Sang Fuhrer sekaligus pelopor berdirinya Nazi;
2. Hermann Goring, pemimpin militer Nazi berpangkat paling tinggi,
3. Reichmarchall; Paul Joseph Goebbels, propagandis yang sangat jenius dan sangat membenci kaum Yahudi; 4. Walter Richard Rudolf Hess, wakil Adolf Hitler dalam Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (Partai Nazi);
5. Otto Skorzeny yang dijuluki sebagai “pria yang paling berbahaya di Eropa”;
6. Martin Bormann, sekretaris pribadi Hitler; serta
7. Heinrich Luitpold Himmler, pemimpin SS yang juga mengontrol Gestapo dan sebagai ketua pelaksana Holocaust.
Perang Dunia ke-2 lebih dari sekadar perang, perang ini juga sebuah upaya menyeluruh untuk melakukan pembantaian dan pemusnahan bangsa. Dimulainya perang ini ini didasarkan pada kebijakan “ruang hidup” rasis Hitler.Ketika tentara sekutu membebaskan wilayah-wilayah bekas jajahan Nazi, pemusnahan etnis kejam yang dilakukan oleh tentara Nazi di kamp-kamp penampungan pun terungkap. Sebelas juta manusia telah dibunuh dengan dengan cara pemusnahan masal yang mengerikan, dan sedikit dari mereka masih hidup dalam keadaan mengenaskan. Kekejaman semacam ini memperlihatkan besarnya bencana yang diakibatkan oleh rasisme.Hitler menyatakan bahwa wilayah Jerman saat itu tidak cukup lagi bagi bangsa Jerman dan bahwa ras Aria tengah terhimpit di wilayah ini. Dia kemudian berpendapat bahwa mereka harus menduduki negara-negara Eropa Timur dan menjadikan tempat tersebut Lebensraum, atau "ruang hidup," bagi rakyat Jerman. Puluhan juta orang yang sudah menghuni tempat ini menghadapi pembantaian kejam.Tentara Nazi melakukan pembantaian besar-besaran di setiap wilayah yang mereka duduki di Eropa Timur. Terutama sekali, mereka melakukan tindakan tanpa kenal ampun terhadap bangsa Yahudi, Gipsi, Polandia, dan Slavia, kelompok yang mereka anggap lebih rendah daripada mereka.Satuan SS Nazi khusus yang dibentuk terutama untuk mengadakan pembantaian ini mulai membunuh semua kelompok sasaran mereka, terutama bangsa Yahudi. Semua wilayah yang sudah diduduki dipenuhi jenazah yang tewas dan orang-orang selamat yang meratapi mereka. Para pendeta dan tempat-tempat ibadat merupakan sasaran yang paling disukai oleh Nazi. Mereka membakar dan menghancurkan semua gereja dan membunuh para agamawan.Kekejaman Nazi benar-benar tampak di pusat-pusat tawanan mereka. Bangsa Yahudi, Gipsi, tahanan perang, dan pendeta Katolik dipaksa bekerja keras layaknya budak. Barak tawanan ini tak ubahnya rumah pejagalan manusia. Berjuta-juta lelaki, perempuan, dan anak-anak yang tak bersalah dibantai secara kejam dengan cara yang dirancang untuk membunuh manusia secara massal. Saat barak tersebut dibebaskan, Sekutu disambut oleh puluhan ribu mayat yang diletakkan berdampingan dengan tahanan yang menunggu di pintu kematian. Di dalam barak tawanan Nazi, sejumlah 35 juta orang tidak bersalah kehilangan nyawa mereka.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar